Banyuwangi- Di balik perjalanan panjang perkeretaapian Indonesia, ada jejak perjuangan para pekerja, dinamika kebijakan, suara-suara yang diperjuangkan, serta komitmen untuk membangun masa depan yang lebih baik. Perjuangan itu bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan fondasi bagi gerakan serikat pekerja untuk terus berdiri teguh, bersikap strategis, dan memperjuangkan kesejahteraan anggotanya.
Kini, jejak perjuangan tersebut diabadikan melalui peluncuran buku Perjuangan SPKA. Sebuah momentum penting bagi Serikat Pekerja Kereta Api (SPKA) dan Federasi Serikat Pekerja Perkeretaapian (FSPP) untuk merawat ingatan kolektif, meneguhkan identitas perjuangan, sekaligus mewariskan nilai-nilai organisasi kepada generasi penerus.
Peluncuran buku tetsebut diselenggarakan dalam rangka Kongres Nasional FSPP ke-II Tahun 2026 di Banyuwangi, 6–7 Oktober 2026, peluncuran buku ini bukan sekadar seremoni penerbitan karya, melainkan penegasan bahwa sejarah harus menjadi pijakan dalam merumuskan arah gerakan, memperkuat advokasi, dan mengawal kebijakan perkeretaapian nasional agar tetap memperhatikan kepentingan, martabat, serta kesejahteraan pekerja.
Karena organisasi yang kuat bukan hanya organisasi yang mampu berjuang hari ini, tetapi juga organisasi yang mampu mencatat sejarahnya, mengambil pelajaran dari perjalanannya, dan menyiapkan generasi berikutnya untuk melanjutkan perjuangan.






