Banyuwangi- Seluruh serikat pekerja di anak perusahaan yang ada dalam Federasi Serikat Pekerja Perkeretaapian bersama-sama melaksanakan Kongres Ke-I Federasi Serikat Pekerja Perkeretaapian (FSPP). Acara dilaksanakan pada hari Selasa s.d Kamis tanggal 06 s.d 08 Oktober 2026 di Hotel Ketapang
Indah Banyuwangi. Acara dibuka oleh Presiden FSPP bapak Edi S. Tampak hadir juga pada acara tersebut VP 9 Jember didampingi oara Manager, ketua DPD 7, 8 dan 9, para utusan dari serikat pekerja anggota FSPP dan Para Undangan.
Pada Kongres ke II ini mengusung isu solidaritas, terutama karena adanya isu masinis pada kejadian stasiun Bekasi yang lalu. Solidaritas sejati tidak berhenti pada kata-kata, tidak cukup hanya diucapkan, dan tidak boleh sebatas slogan.Solidaritas harus dibuktikan melalui keberanian mengambil sikap, kesediaan bergerak bersama, dan komitmen nyata untuk mengawal perjuangan hingga tuntas.
Semangat inilah yang ditegaskan dalam Kongres Nasional II Federasi Serikat Pekerja Perkeretaapian (FSPP) Tahun 2026. Momentum kongres bukan hanya menjadi ruang konsolidasi organisasi, tetapi juga panggung peneguhan komitmen bahwa ketika satu anggota menghadapi persoalan, kepedulian dan solidaritas seluruh keluarga besar serikat pekerja harus diwujudkan dalam tindakan yang nyata, terarah, dan bertanggung jawab.Aksi ini membawa pesan tegas: perjuangan demi keadilan dan kemanusiaan membutuhkan kepedulian yang diwujudkan dalam tindakan, persatuan yang dibuktikan melalui kebersamaan, serta pengawalan yang konsisten melalui jalur yang sah dan sesuai ketentuan hukum.
Bagi FSPP, SPKA, dan seluruh serikat pekerja afiliasi, solidaritas bukan sekadar berdiri berdampingan dalam sebuah forum. Solidaritas berarti hadir ketika dibutuhkan, bersuara ketika aspirasi harus disampaikan, bergerak ketika perjuangan memerlukan dukungan, dan tetap mengawal ketika proses penyelesaian masih berlangsung. Ketika perjuangan demi keadilan dan kemanusiaan membutuhkan dukungan, seluruh anggota tidak boleh berhenti sebagai penonton. Inilah saatnya mengubah kepedulian menjadi tindakan, mengubah semangat menjadi gerakan, dan menjadikan solidaritas sebagai kekuatan bersama!
Momentum Kongres Nasional II Federasi Serikat Pekerja Perkeretaapian (FSPP) Tahun 2026 harus menjadi titik penguatan konsolidasi dan kebangkitan gerakan anggota. Semangat kongres tidak boleh berhenti di ruang persidangan, di atas panggung, atau dalam rangkaian seremoni. Semangat itu harus dibawa pulang, disuarakan di setiap unit kerja, dan diwujudkan melalui aksi nyata yang terorganisasi.
Saatnya kita mengambil peran nyata
1. kuatkan solidaritas dan rapatkan barisan. Jangan biarkan rekan seperjuangan merasa berjalan sendiri ketika menghadapi persoalan.
2. nyatakan dukungan melalui tindakan nyata, sesuai arahan organisasi, dengan tetap menjaga profesionalisme dan menaati ketentuan yang berlaku.
3. aktifkan komunikasi dan konsolidasi di setiap unit kerja. Sampaikan informasi yang benar, bangun kepedulian, dan pastikan setiap anggota memahami tujuan serta langkah perjuangan bersama.
4. kawal aspirasi melalui langkah-langkah yang sah, konstitusional, terukur, dan berkelanjutan. Solidaritas harus diwujudkan dalam komitmen yang konsisten, bukan sekadar semangat sesaat.
5. terus suarakan kepedulian dan dukungan bagi ASP KA Argo Bromo Anggrek, Bapak Ahmad Nofiandi, dengan mengedepankan keadilan, kemanusiaan, dan penyelesaian yang bermartabat sesuai ketentuan hukum.
Jangan menunggu orang lain memulai. Mulailah dari diri sendiri, kuatkan komunikasi di lingkungan kerja, hadir dalam konsolidasi, ikuti arahan organisasi, dan ambil bagian dalam setiap langkah solidaritas yang bertanggung jawab.
Karena organisasi yang kuat lahir dari anggota yang peduli. Gerakan yang kokoh tumbuh dari barisan yang bersatu. Dan solidaritas yang bermakna dibuktikan melalui tindakan nyata.






